Kamis, 01 Oktober 2009

bersama upin dan ipin


setelah sekian lama, akhirnya gua bisa bertemu dengan sosok asli upin dan ipin. yang bikin saya kaget, tu dua bocah satu program studi ma gua.

Senin, 24 Agustus 2009

di WANTED maba (mahasiswa baru)


belakangan ni gw sering di buntutin ma anak2 tak di kenal, cirinya mereka yakni berkepala botak, selalu cengengesan, trus selalu memegang buku biru dan bolpoin. selidik punya selidik ternyata mereka Mahasiwa Baru BP 2009. kepala botak menendakan mereka abis ospek, megang buku biru menandakan mereka harus memburu tandatangan kakak tingkatnya, dan cengengesan...itu memang dah gaya anak BP...wkwkwkwk (sory fren).



Catatan:
1. harap diperhatikan bagi para maba BP, Saya yang bernama Win ariga mansur malonga dengan ini menyatakan kalo saya adalah mahasiswa BP angkatan 2007! bukan 2005 apalagi 2004! memangnya muka saya dah tua apa?
2. teman2 BP 07, aq pengen cepet turun...(dari pada uang himpunan habis ta buat makan2)

Minggu, 07 Desember 2008

PETUALANGAN NANG SEMPU ISLAND


hmmm...indahnya alam ini


ternyata gue kecil banget...


berusaha akrab dengan penyelamat pulau (mangrove)


hmmm...berpetualang itu indah

Rabu, 12 November 2008

Aku takut kehilangan tatapan mu, manis...


Dia senyum kepadaku, manis sekali. Aku tatap kedua matanya, dia menatapku balik dengan ramah. Oh, betapa indahnya hati ini. Kembali aku memandanginya. Tau kawan apa yang terjadi? Dia masih menatapku! Bahkan dia datang ke arah ku. Jarak aku dan dia kini hanya 30 cm. Tatapan ku dan tatapannya kini makin serius. Tapi tiba tiba ia berhenti menatapku, bahkan ia mengarahkan wajahnya ke arah yang berlawanan denganku. Aku kaget. “Kenapa? Hei, kenapa kamu tak menatapku lagi?” tanyaku dengan nada yang ku usahakan lembut. Tapi dia tidak menjawab. Bahkan dia meninggalkanku kini. Aku frustasi.”win, ono opo? Ko raimu ga uenak ngono?(win, ada apa? Kok mukamu ga enak gitu?)”tanya teman di sebelahku. “dia meninggalkanku...”jawabku ketus. Tiba-tiba temanku serius, dia nanya lagi ”heh! Sopo win?”. Aku jawab “ ntu! Ikan yang ada di toples, dia dah gak mau natap ku lagi”. “win, win, guilani kon!” respon temanku

praktikum biokimia

kemarin aku praktikum biokimia sampai pukul 20.00 wib. sekarang ada kemajuan loh...praktikum biokimia ku sampai pukul 23.53 wib. wuihhhhh.......

Sabtu, 08 November 2008

tangisku untuk mu


rintik hujan kian lama kian besar. lampu jalan pun kian lama kian meredup. aku yang hanya berbalut kemeja mulai merasakan dinginnya belaian angin di sore ini. kutengok kanan dan kiri jalan, yang kutemukan hanyalah pemandangan kosong nan indah. kutengok langit, aku hanya mendapati butiran-butiran air hujan menerpa mataku.
kota malang cantik rupawan bila sepi. tidak ada kegaduhan dan kelakson kendaraan. asap kendaraan yang tadi tebal kini berganti dengan embun yang menyegarkan. aku senang dengan keadaan ini, walaupun aku harus rela terjebak dalam hujan.
sudah 10 menit aku duduk di halte depan kampusku. menunggu hujan reda. tapi hujan tak urung reda bahkan kian lama kian deras. aneh rasanya saat-saat seperti ini. aku ingin hujan reda tetapi aku tidak ingin meninggalkan suasana ini.
langit mulai gelap. suasana sore ini sangat indah. aku merasa ada paduan warna yang aneh disekelilingku, warna sore pucat. aku suka pemandangan sore ini. saat aku berdiri dari dudukku, tiba-tiba ada panggilan aneh yang menginginkanku untuk ikut dalam keindahan ini. suara ajakan itu makin lama makin jelas. bahkan kini suara itu brubah menjadi nyanyian yang menyejukan hati. aku tak tahan kawan.
aku pun melompat ke jalan, tubuh ini langsung diterpa oleh butiran hujan yang menyejukan. aku berputar-putar dan berusaha untuk menangkap angin sore, tapi aku tak mendapatkannya. selanjutnya ku angkat kedua tanganku, dan dengan sekuat tenaga aku meloncat. aku ingin menggenggam langit sore. tapi tak bisa. aku bahagia sore ini, karena aku bisa merasakan manisnya cinta alam kepadaku.
saat alam mentertawakan kebodohanku tiba-tiba ia jatuh tersungkur. aku kaget. aku berusaha meraihnya tapi tidak bisa. aku bingung, karena tiba-tiba banyak cahaya bundar menabrak butiran-butiran hujan yang indah. aku sedih. nyanyian alam kini rusak oleh kelakson-kelakson kejam yang tak peduli akan seni. aku lari menuju kembali ke halte. aku menangis karena aku tak bisa melindungi alam. dia kini tersungkur di jalan, ditabrak para manusia penjajah. aku diam. kupandangi langit. hujan telah reda...

JCP2 (Jalan cinta para pejuang)


tiap kali melihat senyummu, engkau mengingatkan aq akan syurga, dan tiap kali engkau marah, kuteteskan air mata karena ingat akan neraka. maka teruslah begitu,sesekali tersenyum atau marah pada q, karna engkau gairah hidupku...