
setelah sekian lama, akhirnya gua bisa bertemu dengan sosok asli upin dan ipin. yang bikin saya kaget, tu dua bocah satu program studi ma gua.
HIDUP BUKAN UNTUK SURGA, TAPI UNTUK CINTA MU YA RABB


Dia senyum kepadaku, manis sekali. Aku tatap kedua matanya, dia menatapku balik dengan ramah. Oh, betapa indahnya hati ini. Kembali aku memandanginya. Tau kawan apa yang terjadi? Dia masih menatapku! Bahkan dia datang ke arah ku. Jarak aku dan dia kini hanya 30 cm. Tatapan ku dan tatapannya kini makin serius. Tapi tiba tiba ia berhenti menatapku, bahkan ia mengarahkan wajahnya ke arah yang berlawanan denganku. Aku kaget. “Kenapa? Hei, kenapa kamu tak menatapku lagi?” tanyaku dengan nada yang ku usahakan lembut. Tapi dia tidak menjawab. Bahkan dia meninggalkanku kini. Aku frustasi.”win, ono opo? Ko raimu ga uenak ngono?(win, ada apa? Kok mukamu ga enak gitu?)”tanya teman di sebelahku. “dia meninggalkanku...”jawabku ketus. Tiba-tiba temanku serius, dia nanya lagi ”heh! Sopo win?”. Aku jawab “ ntu! Ikan yang ada di toples, dia dah gak mau natap ku lagi”. “win, win, guilani kon!” respon temanku
